Virgil van Dijk mengakui bahwa Liverpool “tidak cukup bagus” dalam hasil imbang tanpa gol melawan Leeds United di Anfield pada Kamis malam. Bek asal Belanda itu menyoroti kurangnya peluang yang diciptakan timnya sebagai faktor utama kegagalan meraih kemenangan.

Meskipun Liverpool kini tak terkalahkan dalam delapan pertandingan di semua kompetisi, suasana di Anfield tetap tegang. Para penggemar merasa frustrasi dengan tempo permainan tim yang terlalu lambat dan konservatif, sehingga Van Dijk merasakan ketegangan yang muncul di stadion.
Van Dijk menekankan pentingnya evaluasi cepat. “Kita bisa frustrasi, tapi dalam dua hari kita akan berangkat ke London dan menghadapi Fulham. Kita harus memulihkan diri, menganalisis situasi, dan siap untuk pertandingan sulit berikutnya,” ujarnya.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Kritik dan Perubahan Gaya Permainan
Liverpool belakangan ini menghadapi kritik karena gaya permainan yang lebih konservatif. Arne Slot mengubah sistem tim untuk membuat Liverpool lebih tangguh setelah bulan November yang sulit, ketika mereka kebobolan 10 gol hanya dalam tiga pertandingan.
Namun perubahan ini tidak selalu disukai, terutama oleh penggemar yang menuntut permainan lebih menyerang. Van Dijk memahami frustrasi tersebut, tetapi menegaskan bahwa menembus formasi bertahan 5-4-1 atau 5-3-2 lawan bukanlah hal mudah.
“Bagian akhir permainan kami malam ini tidak cukup baik. Kadang kita harus bersabar, menyerang perlahan, atau memanfaatkan serangan balik. Itu bukan gaya bermain kita, tapi kita berusaha maksimal untuk menang,” jelas Van Dijk.
Baca Juga: Chelsea dan Manchester United Bersaing Ketat Demi Gelandang Muda Noah Sadiki
Tantangan Melawan Tim Bertahan

Van Dijk menjelaskan bahwa menghadapi tim bertahan adalah ujian tersendiri. Liverpool harus menemukan keseimbangan antara penguasaan bola dan peluang mencetak gol. Ia menekankan bahwa meski frustrasi muncul, tujuan utama tim tetap meraih kemenangan.
“Kami tidak akan keluar lapangan hanya mengoper bola dari kiri ke kanan. Kami ingin memenangkan pertandingan, dan kami berusaha melakukan segala daya upaya,” tambah Van Dijk. Ia juga mengapresiasi dukungan para penggemar yang tetap mendorong tim, meski hasil imbang membuat frustrasi.
Situasi ini menegaskan bahwa konsistensi dan kesabaran menjadi kunci Liverpool dalam menghadapi lawan yang sulit ditembus. Van Dijk percaya tim akan menemukan ritme yang tepat seiring berjalannya musim.
Fokus ke Depan dan Kesempatan Januari
Hasil imbang menempatkan Liverpool di posisi keempat klasemen, 12 poin di belakang Arsenal dan enam poin dari Aston Villa. Van Dijk menilai masih banyak pertandingan yang harus dimainkan, sehingga peluang untuk meraih poin penuh di masa depan tetap terbuka.
“Musim masih panjang. Momentum bisa berubah, kepercayaan diri naik turun, tapi kita harus terus maju, konsisten, dan menjaga fokus. Itu dasar untuk mendapatkan hasil,” kata Van Dijk. Ia menekankan bahwa tim harus belajar dari frustrasi ini dan meningkatkan performa secara bertahap.
Liverpool kini menatap pertandingan di London melawan Fulham dengan tekad untuk membalikkan keadaan. Dengan evaluasi cepat dan fokus penuh, Van Dijk yakin tim bisa memperbaiki performa dan tetap bersaing di papan atas Premier League. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di sportsgrain.com.
