Marc Marquez kembali membicarakan masa depannya di MotoGP menjelang perubahan regulasi besar yang akan berlaku pada musim 2027. Situasi ini membuat banyak pihak menyoroti langkah apa yang akan diambil sang juara dunia tujuh kali tersebut. Dengan performanya yang kembali memuncak, setiap pilihan karier Marquez kini semakin krusial.

Kontrak Marquez bersama Ducati hanya tersisa hingga akhir musim 2026, sehingga spekulasi mengenai tim yang akan ia bela setelah itu semakin menguat. Salah satu rumor terbesar adalah kemungkinan kembalinya ia ke Honda, tim yang membesarkan namanya sejak debutnya pada 2013. Namun, hingga kini Marc menegaskan belum ada keputusan apa pun.
Marquez menyebut bahwa masa depan tidak akan ia tentukan dalam kondisi cedera, terlebih ia harus absen pada lima seri terakhir MotoGP 2025. Ia ingin memastikan dirinya membuat keputusan secara objektif, dalam kondisi fisik yang sepenuhnya pulih.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Kenangan Bersama Honda dan Perubahan Besar
Honda merupakan bagian penting dalam perjalanan Marc Marquez, tempat ia meraih enam gelar juara dunia dalam tujuh musim. Meskipun begitu, performa motor yang menurun sejak 2020 membuatnya mencari tantangan baru. Setelah mencoba bertahan, ia akhirnya meninggalkan Honda pada akhir 2023.
Langkah pindah ke Gresini Racing yang memakai Ducati terbukti menjadi keputusan tepat. Marquez bangkit dengan meraih tiga kemenangan pada 2024 dan promosi ke tim pabrikan Ducati pada 2025. Musim itu ia dominasi hingga kembali menjadi juara dunia.
Namun, dengan regulasi besar MotoGP pada 2027, Marc menyadari bahwa apa pun bisa berubah. Ia memahami bahwa setiap pabrikan akan memulai dari titik yang hampir sama.
Perubahan Regulasi 2027 Jadi Penentu

Marquez menilai tahun 2027 akan menjadi musim paling tidak terduga dalam beberapa tahun terakhir. Regulasi baru seperti paket aerodinamika, batasan mesin, hingga teknologi elektronik akan membuat performa motor benar-benar berbeda. Tidak ada pabrikan yang bisa menjamin keunggulan sebelum tes dilakukan.
Ia menegaskan bahwa insting akan menjadi faktor penting ketika menentukan tim baru nanti. Menurutnya, keputusan tidak boleh diambil berdasarkan nostalgia atau tekanan dari luar. Tujuannya jelas: tetap kompetitif dan memaksimalkan setiap peluang meraih gelar.
Marquez juga menekankan bahwa ia sedang berada di momen yang bagus setelah kembali menemukan performa terbaiknya. Karena itu, ia ingin mengambil keputusan dengan kepala dingin dan tidak terburu-buru.
Belum Ada Keputusan, Semua Masih Terbuka
Mengenai rumor kembali ke Honda, Marquez mengaku tetap membuka peluang tetapi belum memikirkan hal tersebut secara serius. Ia tidak ingin membuat keputusan besar dengan kondisi cedera dan tanpa merasakan kembali performa motornya. Ia ingin berada di lintasan terlebih dahulu sebelum menentukan arah masa depannya.
Marc juga mengaku lebih egois dalam mengambil keputusan kali ini. Setelah mengalami masa sulit, ia sadar bahwa ia harus memprioritaskan kariernya sendiri, bukan sekadar romantisme masa lalu. Setiap keputusan harus diambil demi peluang terbaik meraih kemenangan.
Dengan seluruh grid masuk bursa pembalap pada 2027, Marc Marquez akan menjadi salah satu nama paling diburu. Namun hingga saat ini, masa depannya tetap terbuka lebar—antara bertahan di Ducati, memulai petualangan baru, atau justru kembali ke Honda. Simak terus pembahasan olahraga terupdate lainnya hanya di sportsgrain.com.
